Senin, 03 Februari 2014

Bandung #11 : Apa Kabar VRADA?


VRADA, adalah singkatan nama kami berlima, Venessa, Rajiv, Andhini, Desty, dan Andhika. Nama kami ini bukan nama sebuah geng atau kelompok, tapi adalah sebuah nama, yang mengingatkan akan persahabatan kami berlima. Awal pertemuan kami bermula sejak kami kelas 3 SMP. Kami dulu bersekolah di sekolah yang sama, SMP Negeri 7 Bandung. Sebenarnya saya sudah berteman dengan Andhika dan Andhini, bahkan Venessa adalah teman SD saya, hanya saja kami tidak terlalu akrab.

Di sekolah kami saat itu ada kompetisi atau lomba sekolah sehat. Saya, Andhika, Nessa (panggilan untuk Nessa), dan Rajiv (juga ada rekan-rekan dari PMR dan OSIS) terpilih sebagai Kader Kesehatan Remaja (KKR) di sekolah yang membantu sekolah dalam proses penilaian perlombaan dengan mengisi kegiatan seperti penyuluhan kesehatan remaja, narkotika, dan HIV/AIDS. Juga sempat menjadi perwakilan siswa saat ditanya oleh juri lomba. Karena pertemuan kami yang hampir setiap hari, kami pun menjadi akrab. Saat itu juga ada Fitri, teman saya yang tergabung dalam KKR juga. Suatu ketika, saya dan Andhini, berkumpul dengan beberapa teman KKR sambil menunggu untuk persiapan lomba. Dari sanalah keakraban kami semakin meningkat. Ditambah lagi, saat itu, kami akrab pula dengan beberapa guru yang PKL di sekolah kami, Bu Anna dan Bu Genta, bahkan kami pun pernah menonton film bersama (dan itu film horror, film yang nggak pengen saya tonton sebenernya -__-") dan sempat mengabadikan foto-foto di sekolah (sayang fotonya hilang T_T). Pokoknya hubungan kami benar-benar menyenangkan :).
 

Sepertinya pertemuan kami adalah takdir. Setelah lulus SMP dan sambil menunggu pengumuman masuk SMA, kami masih sering bertemu, hal yang biasanya kami lakukan saat itu adalah nonton bareng. Entah kenapa itu jadi agenda wajib, hehe.. Akhirnya, pengumuman penerimaan siswa baru SMA pun muncul, kami terpisah menuju SMA tujuan kami masing-masing. Saya, Andhika, dan Nessa diterima di SMA Negeri 14 Bandung, Andhini di SMA Negeri 22 Bandung, dan Rajiv di SMA Negeri 23 Bandung. Sedih rasanya ketika harus berpisah jarak dengan mereka. Padahal saya dulu berharap kami bisa ada di satu sekolah yang sama. Namun, jarak tersebut bukan halangan kami untuk bisa bertemu. Setiap sebulan satu atau dua kali kami mengadakan pertemuan, kadang berkumpul di sekolah saya, tapi dulu belum sempat di sekolah Andhini (karena jauh mungkin :D). Setahun berikutnya, Nessa pindah ke SMA Negeri 5 Bandung, dan Rajiv ke SMA Negeri 3 Bandung. Tapi meskipun begitu, kepindahan mereka tidak membuat kami putus komunikasi.

Setiap kumpul, kami selalu bercerita satu sama lain, di samping agenda utamanya adalah nonton bareng. Jadi inget kata Nessa, "pokoknya harus bareng-bareng". Makanya setiap pertemuan harus selalu berlima, satu nggak bisa, ya kumpul-kumpulnya nggak jadi, haha... Ya, kadang saya selalu tertawa mendengar cerita mereka, dan yang paling banyak cerita adalah saya, karena saat itu saya punya gebetan yang selalu menghantui hari-hari saya (gentayangan dong -__-"). Pernah kami mengalami konflik, tapi syukurlah hal itu bisa dapat teratasi, nggak enak juga sih lama-lama punya masalah sama sahabat sendiri :).

"Pokoknya kita sahabatan sampe kakek nenek yaa.."

Saya jadi teringat kata-kata Nessa (lagi) saat dia mengantarkan kami ke rumah setelah pertemuan kami di BIP di suatu malam. Ketika mendengar kata-kata itu, saya merasa terharu. Betapa istimewanya punya sahabat seperti ini, ya sampai kakek nenek, semoga memang kami tetap bisa terus bersahabat sampai masa tua kami :).

Setelah 3 tahun menempuh pendidikan menengah atas, kami berlima melanjutkan pendidikan tinggi kami. Sangat disayangkan, saya harus terpisah amat jauh dengan mereka. Saya diterima di Universitas Jember yang letaknya ratusan kilometer dari Bandung, sedangkan keempat sahabat saya diterima kuliah di Bandung. Nessa diterima di Fakultas Kedokteran Unisba, Andhini di Jurusan Bahasa Jepang di UPI, Rajiv di Teknik Pangan Unpad, dan Andhika di Akuntansi Unpad. Haah, sedih juga ninggalin mereka.

Untungnya, kami sempat bertemu saat kepulanganku yang pertama ke Bandung setelah saya diterima di UNEJ. Kami melakukan hal yang sama, nonton bareng dan bercerita satu sama lain. Pertemuan terakhir kami kalau tidak salah 2 tahun yang lalu. Cukup lama ya?

Agak lama kami tidak berkomunikasi setelah itu, mungkin karena kesibukan kami juga. Apalagi saat saya kehilangan handphone, saya benar-benar kehilangan nomor mereka. Sejak saat itulah saya lost contact dengan mereka. Tapi untunglah ada sosmed, jadi saya masih bisa meminta nomor dan menghubungi mereka. Dan saat itu saya tahu, Rajiv pindah ke Sastra Korea (bener kan Jiv :D) di UGM dan Andhika ke Sastra Jepang Unpad. Saya pikir, mereka menemukan potensi mereka disana.

Saya bangga dengan prestasi yang diraih sahabat-sahabat saya ini. Andhika yang bisa keliling kota untuk konser, karena dia sangat berbakat di bidang PSM (Paduan Suara Mahasiswa), kalau denger suaranya itu lhooo, merinding. Andhini yang bisa ke Jepang dua kali, yang saya tahu alasan pertama dia kesana adalah magang (saya belum pernah kesana T_T), Rajiv yang aktif di kegiatan mahasiswa dan berkali-kali saya melihat fotonya di Instagram dengan orang Korea. Dan Nessa, ah, dia tetep jadi yang luar biasa buat saya, cantik, pinter, dan banyak yang naksir, dan yang saya paling kagumi dari dia adalah tidak mau pacaran dulu (tapi saya nggak tahu kalau sekarang gimana :D). Kadang saya iri dengan mereka, tapi saya hanya bisa tersenyum, bahagia dengan apa yang mereka raih sekarang, bahagia dengan setiap prestasi yang sahabat saya raih sampai saat ini.

Hey kalian yang selalu saya rindukan, ingin sekali rasanya saya bisa bertemu dengan kalian. Ingin saya bercerita lagi dengan kalian seperti dulu, nonton bareng, makan bareng, foto bareng. Semoga bisa ketemu. Sebelum kembalinya saya ke Jember, apa sempat kita bertemu? I miss you soo guys :'(

6 komentar:

  1. berawal dari SD, kumul di SMPN 7 Bandung, terberai ke beberapa SMA, tapi tali silaturahmi ngga keputus...keren dan asik banget tuh...anak bandung tea.

    manteb banget tuh nama Vrada nya dipake buat nama sebuah usaha bersama...bikin Pabrik gituh kitu tah...;o)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, alhamdulillah masih bisa tetep komunikasi sampe sekarang. akangnya orang bandung juga ya? :D
      belum sempet kepikiran bisnis sih, soalnya bidang kami juga jauh bedanya, tapi kalo suatu saat ada ide, bisalah - bisa" aja maksudnya, hahaha..
      salam kenal kang :)

      Hapus
  2. Merinding aku bacanya.. :') kisah persahabatan kamu luar biasa.. Aku jadi teringat sama temen2 SDku dulu yg satu persatu udah pada nikah.. :) Mungkin tinggal aku dan beberapa teman SDku dulu yang masih melajang.. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, jangan merinding, aku nggak cerita hantu, hehe :3
      terima kasih, alhamdulillah kami msh bs komunikasi walau nggak sering2 sih, maklum kami udh pd sibuk.
      wah, mungkin akan tiba saatnya masnya ntar bisa nyusul temen2nya nikah.
      kalau saya msh fokus kuliah dulu. :D

      Hapus
  3. Bersahabat dari SMP ?
    multy gender pula ?
    Salut ...
    jarang yang bisa seperti ini ...

    Semoga persahabatan kalian semakin hari semakin hangat yaaa ... walaupun mungkin tidak bisa selalu bertemu setiap hari ...

    salam saya

    (4/2 : tigabelas)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aamiin, terima kasih om atas pujian dan doanya, semoga hubungan kami bisa terjalin sampai tua nanti :)
      salam juga om, terima kasih atas kunjungannya :D

      Hapus