Sabtu, 08 Maret 2014

Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Elektro Periode 2013-2014



Dalam keorganisasian, musyawarah besar memiliki arti penting karena merupakan momentum dalam mengevaluasi kinerja organisasi dalam 1 periode kepengurusan yaitu dalam kurun waktu 1 tahun juga untuk membentuk kepengurusan baru untuk periode selanjutnya. Ini kali keduanya, Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Jember mengadakan musyawarah besar setelah yang pertama dilaksanakan pada tahun 2012 pada kepemimpinan Septiantoro Hudanata (Elektro 2009). Pada musyawarah besar yang selanjutnya disingkat dengan Mubes tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Maret 2014 bertempat di Gedung B (Gedung Kuliah) Ruang 21 Lantai 3 Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.00 - 17.00 WIB.

Suasana sidang musyawarah besar HME
Mubes ini mengundang seluruh mahasiswa Teknik Elektro juga Ketua Jurusan yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Saya beserta rekan-rekan pengurus sudah datang ke tempat pertemuan sejak jam 7 (aslinya telat karena mesti jemput pak Kahim dulu :p). Pagi itu masih belum banyak yang datang, baru panitia saja yang aktif mempersiapkan acara. Lebih kurang jam 8 acara dimulai yang dipandu oleh pembawa acara dari angkatan 2013 (saya kurang tahu namanya), kemudian sambutan dari Ketua Jurusan yang juga membuka acara Mubes dan ditutup dengan doa. Setelah itu, masuk ke acara inti yaitu sidang pleno yang dipimpin oleh Presidium Sidang Sementara, Andes Pradesa. Untuk pertama, musyawarah mengenai jadwal acara kemudian tata tertib sidang. Peserta sidang didominasi oleh angkatan 2012, lebih kurang ada sekitar 40 orang yang menghadiri sidang. Sepanjang waktu sidang, peserta cukup aktif memberikan pendapat maupun sanggahan sehingga suasana sidang begitu terasa.
Musyawarah tata tertib sidang dipimpin oleh presidium sidang sementara
Setelah penetapan tata tertib selesai, selanjutnya adalah pemilihan Presidium Sidang Tetap. Yang menarik adalah dari 4 nama yang diajukan, 3 orang calon mengundurkan diri karena merasa tidak siap, bahkan ada yang berkomentar bahwa yang bersangkutan masih semester 4 dan harus fokus belajar, apa hubungannya coba ya? haha. Sehingga diputuskan bahwa Choirul Umam (Elektro 2012) yang terpilih menjadi Presidium Sidang Tetap.
Pemilihan presidium sidang tetap
Penyerahan palu dan draft sidang kepada presidium tetap sidang
Sesi berikutnya adalah pembacaan Laporan Pertanggungjawaban. Jengjengjeng, ini giliran saya untuk maju membacakan hasil kerja sebagai pengurus selama 1 tahun. Laporan ini dibacakan setiap divisi dan diwakilkan 1 orang dari setiap divisi. Mulai dari ketua, sekretaris, koordinator tiap divisi, dan bendahara. Dari pemaparan kami cukup banyak pertanyaan yang diajukan dari peserta sidang, diantaranya menanyakan perihal bank soal yang menjadi proker Divisi Workshop, mading HME yang menjadi proker Divisi Minat Bakat, dan sejumlah pertanyaan lain seputar kinerja kami sebagai pengurus selama 1 tahun.
Pembacaan LPJ
Selanjutnya adalah sidang pleno yang akan memutuskan apakah Laporan kami diterima atau tidak. Setelah lebih kurang 15 menit menunggu akhirnya diputuskan bahwa Laporan kami diterima secara bersyarat, yaitu merevisi beberapa kekurangan laporan kami dalam kurun waktu seminggu yang kemudian laporan tersebut digandakan dan diberikan kepada ketua tiap angkatan. Sidang pleno ini menjadi akhir pada sidang sesi 2 sehingga ditunda terlebih dahulu untuk istirahat.

Acara kembali dilanjutkan untuk membahas Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADART) HME. Acara ini agak molor karena yang dijadwalkan pukul 13.30 WIB dimulai, baru jam 2 sidang ini dibuka. Namun sebelum itu, salah seorang rekan pengurus mengumumkan nama-nama mahasiswa Teknik Elektro yang berprestasi, dalam hal ini aktif dalam kegiatan dan kepanitiaan kegiatan yang diadakan oleh Himpunan. Untuk mereka yang disebut diberikan cinderamata dan piagam sebagai bentuk penghargaan. Sidang pada sesi ini cukup panas, karena pertama cuacanya yang panas dan kedua pembahasan mengenai isi daripada ADART HME ini sangat banyak untuk diubah. Hal ini dilakukan untuk Himpunan ke depannya agar bisa lebih baik.

Diskusi yang cukup alot terjadi pada saat pembahasan mengenai pengurus pada ART dimana sebelumnya tercantum bahwa pengurus adalah mahasiswa Teknik Elektro yang telah menjalani masa kuliah minimal selama 2 tahun, namun dari salah seorang peserta sidang berpendapat bahwa dengan waktu 1 tahun pun dirasa cukup pantas untuk menjadi pengurus. Setelah diskusi yang cukup panjang dan panas, akhirnya diputuskan bahwa pengurus himpunan bisa dimulai setelah 1 tahun masa kuliah dengan syarat ikut serta atau berpengalaman dalam organisasi kampus lainnya.
Pemberian penghargaan kepada mahasiswa Teknik Elektro yang aktif dalam kegiatan Himpunan
Suasana sidang membahas ADART HME
Dengan diputuskannya hasil musyawarah ADART HME, berakhir pula sidang Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Elektro Periode 2013-2014. Dari hasil musyawarah ini diharapkan Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Jember bisa lebih baik dari sebelumnya dan dapat membawa nama baik almamater di setiap event besar kemahasiswaan sehingga dapat dikenal, juga menjadi Himpunan yang terbaik, semoga.

0 komentar:

Posting Komentar