Selasa, 11 Maret 2014

Penipuan Berhadiah

Siang tadi saya dikejutkan oleh telepon dengan nomor yang tidak dikenal, nomornya 0816964xxx. Bagai tertimpa buah durian di siang bolong, karena ternyata si penelepon mengatakan bahwa saya baru saja memenangkan undian dengan hadiah 15 juta rupiah dan pulsa sebesar 1 juta rupiah. Kebayang nggak tuh kalau tiba-tiba ada seseorang yang bilang bahwa kita mendapatkan rezeki sampe jutaan, kalau nggak loncat-loncat di kasur, guling-guling, jedugin kepala ke tembok, ini seneng apa nyiksa ya? haha. Saya nggak melakukan semuanya itu, saya cuma duduk diam mendengarkan si penelepon panjang kali lebar. Lebih kurang gini percakapan saya dengan si penelepon (P : Penelepon, S : Saya) :

P : "Halo, assalamualaikum, benar ini dengan nomor 0857973xxxxx?"
S : "Ya, benar."
P : "Saya dari PT. Ind*s*t Pusat memberikan kabar bahagia untuk Ibu."
Sesaat saya terdiam dipanggil Ibu.
S : "Ya? Ada apa ya?"
P : "Sebelumnya boleh tahu nama Ibu?"
S : "Rina (nama asli saya disamarkan)."
P : Oya, Ibu Rina, Ibu baru saja mendapatkan hadiah undian dari perusahaan kami, 15 juta dan pulsa 1 juta rupiah Ibu, selamat ya.."
S : "Oh yaa (datar)."
P : Ibu Rina benar kan berdomisili di Jawa Barat?"
S : "Betul, saya tinggal di Jawa Barat (padahal saya lagi di Jember :p)."
P : "Wah, kebetulan sekali. Kami dari PT. Ind*s*t Pusat di Jakarta Bu, nomor Ibu telah terpilih sebagai pemenang, ini sudah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Ibu. Selamat ya Bu.
S : "Yaa... (datar lagi)."
P : "Iya Ibu, hadiah ini diberikan langsung, pajak ditanggung oleh kami."
S : "Okee.."
P : "Ehm, Ibu punya atm? Nanti uangnya akan kami kirim, Ibu tinggal sebut saja dengan mengirimnya menggunakan nomor Ibu ini."
S : "Punya."
P : "Bank mana ya kalau boleh tahu?"
S : "Mand*ri."
P : "Kalau bank lain ada?"
S : "Nggak ada, cuma Mand*ri itu aja."
P : "Sekarang Ibu bawa atm?"
S : "Nggak, saya lagi di luar."
P : "Oo..oh iya, atmnya namanya atas nama Ibu atau suami?"
S : "Bukan, itu atas nama saudara saya."
P : "Yang sendiri tidak ada?"
S : "Nggak punya, yang punya atm itu saudara saya, sekarang saudara saya lagi di rumah."
P : "Ibu bisa ke rumah dulu untuk ambil atm-nya? (wah, mulai maksa..)"
S : "Hm, gimana ya, gini aja, saya hubungi saudara saya dulu aja ya buat ngambil atm-nya, takutnya dia kemana-mana."
P : "Oh iya Bu, nanti kalau sudah segera hubungi nomor ini ya."
S : "Iyaa.."
P : "Terima kasih Bu, assalamualaikum."
S : "Waalaikumsalam."
Dan diakhiri dengan suara ayam berkokok di balik teleponnya.

Jengjeng, dari percakapan kami ini bisa menebak sesuatu? atau dari respon saya yang biasa padahal diberitahu bahwa saya mendapat uang 15 juta? Yap, betul banget, ini penipuan berkedok undian berhadiah. Kenapa kok saya bisa tahu ini penipuan? Pertama, saya nggak pernah liat di iklan di tivi maupun sosmed bahwa operator seluler yang saya gunakan ini mengadakan acara undian. Kedua, nomor saya nggak pernah saya daftarin di kuis atau acara berhadiah apapun. Ketiga, dari cara ngomongnya nggak meyakinkan kalau dia karyawan disana, makanya ketika ditanyain nama ya saya samarin, haha. Keempat, nomor yang menghubungi saya terlalu umum kalau disebut berasal dari perusahaan tersebut, kan biasanya kalau ada SMS info apaa gitu, pasti pengirimnya bertuliskan asal operator, apakah itu Telk*msel atau Ind*s*t. Kelima, mana ada perusahaan bertaraf nasional gitu pas nelpon bisa ada suara ayam di belakangnya? paraaah -_-. Makanya itu saya udah tahu dari awal kalau ini penipuan, saya beruntung insting detektif saya bekerja, hahaha (banggain diri sendiri nggak apa-apa ya :D).

Penipuan serupa sering saya jumpai sebelumnya, tapi biasanya lewat pesan singkat. Mulai dari jual beli tanah, rumah, sampai kayak gini nih, undian berhadiah. Hadiahnya sama lagi, 15 juta. Nggak bisa kreatif apa ya, yaa hadiahnya kayak rumah sama mobilnya gitu, ngarep itu mah Des, hehe. Seringkali saya jenuh dengan pesan singkat seperti ini sampai berkomentar sendiri : apa nggak bisa disaring nomor-nomor yang mengirimi sms bermasalah ini?
source
Meskipun emang lagi butuh banget uang buat biaya skripsi dan wisuda, tapi saya masih punya nalar. Jadi ketika ada orang yang menelepon saya dengan tiba-tiba ngasih uang berjeti-jeti, saya cek dulu bener apa nggak nih. Jangan-jangan bukan cuma ayam berkokok yang jadi backsound di balik telepon, ntar malah suara jangkrik yang ada. Nah lho, elo nelpon darimane? Haha.

Buat sahabat blogger yang barangkali mengalami hal serupa atau yang belum pernah sama sekali harap berhati-hati terhadap penipuan seperti ini, amat sangat banyak caranya. Bahkan yang berbahaya adalah dengan cara menghipnotis. Makanya itu saya nggak sebut nama asli karena takutnya ketika nama saya disebut diapa-apain lagi. Bukannya su'udzon, tapi waspada juga penting kan? Kalau ada Bang Napi, pasti bakal ngomong : Waspadalah, waspadalah ! :D

4 komentar:

  1. Aku pernah gitu minta tranfer no rekening gak dikasih malah merepet. hadeuuhhh pusing pala kaka

    mampir yaa wedewie.blogspot.com tengkyu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Merepet tuh apa kak? Asal ngga suruh ngepet aja, hehe..
      Iya, nanti aku kunjungi :)

      Hapus
  2. ada2 aja penipuan zaman skrg. Harus lebih waspada

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, dan sudah banyak temen2 sy yang ditelpon dengan cara seperti itu, malas sekali -_-

      Hapus