Kamis, 31 Oktober 2013

Pentas Tari Petik Kopi Meriahkan Festival Tegalboto 2013

Tari Petik Kopi? Ada yang tahu, ada yang tahu?

Nggak tahu?

Saya juga nggak tahu sih, hahaha... (Terus ngapain nanyain mbak -___-a)

Oke, oke, disini saya nggak akan jelasin pengertian dari tari petik kopi itu gimana (berhubung saya juga nggak tahu, hehe..) Disini saya pengen berbagi informasi ke temen-temen seputar Tari Petik Kopi yang akan tampil pada Festival Tegalboto tahun 2013 yang saya kutip dari web resmi UNEJ, cekidot :D

Masyarakat lingkungan Kabupaten Jember merupakan masyarakat pertanian dan perkebunan. Aktifitas pertanian dan perkebunan sering kali muncul menjadi sebuah budaya dalam kehidupan masyarakat. Menurut Pembantu Rektor III Universitas Jember Prof. Dr. Ek. Moh. Saleh S.E., M.Sc komoditas perkebunan terutama perkebunan kopi merupakan komoditas penting di daerah Jember. “Komoditas perkebunan terutama kopi merupakan salah satu komuditas penting rakyat Jember, sehingga sebagian besar masyarakat Jember sangat akrab dengan aktifitas perkebunan tersebut (kopi)” ungkapnya.
Tari Petik Kopi
Akrabnya masyarakat Jember dengan aktifitas perkebunan kopi, membuat Universitas Jember berkeinginan untuk memunculkan kesenian yang mencerminkan budaya tersebut. Bertolak dari pemikiran itulah kemudian diciptakan sebuah tarian yang bertajuk “Tari Petik Kopi.” Bersama dengan seniman tari kawakan Soeparmin Ras UNEJ merancang gerak tari yang menggambarkan aktifitas masyarakat dalam memanen kopi hingga menjadi produk berkualitas. Menurut pemilik padepokan “Seni Gunung Tambuh” ini gerakan-gerakan yang ada dalam “Tari Petik Kopi” menggambarkan aktifitas masyarakat dalam memetik kopi dan perpaduan dari seluruh unsur gerak tari Jawa Timuran. Hal itu menggambarkan keanekaragaman etnis yang ada dalam masyarakat Jember. “Selain aktifitas petik kopi gerakan tari ini juga diambilkan dari unsur tari Jawa Timur, ini untuk menggambarkan kemajemukan etnis yang ada di wilayah Jember terutama etnis Madura, Jawa dan Blambangan” imbuhnya. Menurut laki-laki yang sering manggung di beberapa negara kawasan Eropa khususnya negara Inggris dan Perancis, dalam gerakan “Tari Petik Kopi” menampilkan gerak tari yang lebih terbuka dan tidak takut dalam menatap orang banyak. Gerak ini menunjukkan sebuah karakter semangat kerakyatan. Semangat yang sangat kental dalam kehidupan masyarakat Jawa Timur terutama masyarakat wilayah Jember. “Gerakan dalam tarian ini menonjolkan semangat kerakyatan yang menjadi karakter masyarakat Jawa Timuran,” ungkapnya. 

Tari Petik Kopi akan launching di gedung Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) pada tanggal 8 November , dalam rangkaian acara Dies Natalis UNEJ yang bertajuk “Festival Tegalboto” yang akan digelar sejak tanggal 2-9 November 2013. Tari yang dibawakan oleh sembilan penari ini akan menjadi suguhan yang istimewa dalam rangkaian acara Festival Tegalboto. Soeparmin berharap “Tari Petik Kopi” tidak hanya menjadi salah satu suguhan dalam Festifal Tegalboto, tapi juga bisa menjadi tari tradisional yang benar-benar mencerminkan karakter dan budaya masyarakat Jember yang mendunia.

Naah, udah tau kan? Penasaran kan, penasaran? Kalau nggak pengen penasaran ya saksikan aja penampilan Tari Petik Kopi tanggal 8 November 2013. Dijamin nggak bakal nyesel liatnya, apalagi ini karya almamater kita sendiri, Universitas Jember :D.

Sumber : www.unej.ac.id

0 komentar:

Posting Komentar