Sabtu, 15 Maret 2014

Ber-ODOJ di Malam Minggu

Jangan pernah heran kalau malam Minggu atau bahasa kerennya satnite jalan raya selalu dipadati oleh kendaraan, terutama kendaraan bermotor dua. Dan jangan heran juga kalau yang mengisi jalanan itu adalah pasangan muda-mudi yang menikmati malam yang katanya pas banget buat ngedate atau ngapel. Nggak heran juga kalau jalanan macet, walau macetnya Jember belum semacet di Bandung. Malam ini kebetulan saya mengisi satnite dengan kumpul angkatan, dalam rangka mempersiapkan untuk arak-arakan wisudawan besok pagi. Juga sudah janjian dengan adik tingkat untuk asistensi praktikum.

Malam ini terasa begitu padat buat saya. Keluar rumah jam setengah 8, saya harus menggandakan laporan pertanggungjawaban Himpunan di tempat fotokopian dulu, memakan waktu yang cukup lama karena halaman laporan banyak. Setelah itu, saya segera menyusul teman-teman saya yang sudah lebih dulu kumpul. Awalnya mau berkumpul di Gedung Dekanat dipindah ke rumah teman saya karena terjadi pemadaman disana.

Menyusuri Jalan Jawa di malam Minggu seperti ini rasanya begitu menyebalkan bagi saya. Kenapa? Karena saya sudah janjian asistensi jam 8 malam sehingga saya harus mengejar waktu. Macet yang terjadi bukan hanya karena banyaknya motor yang memadati jalanan, tetapi karena ada sebuah acara yang diadakan oleh salah satu operator seluler Indonesia di sebuah cafe.

Setelah satsitsut nyelip kanan kiri, akhirnya saya merasa sedikit leluasa untuk bisa menambah kecepatan motor saya. Namun tiba-tiba saya memperlambat laju motor saya karena melihat sesuatu yang membuat saya penasaran. Sebuah banner berwarna hijau dipasang melingkari pinggiran air mancur di bundaran dekat DPRD, tulisannya "One Day One Juz". Lalu saya melihat beberapa perempuan berjilbab duduk di pinggiran sambil tilawah. Subhanallah, di tengah ramainya malam Minggu ini, di tengah para muda-mudi yang menghabiskan waktu untuk sekedar berjalan-jalan saja atau bersenang-senang, ada orang-orang yang memanfaatkan waktu malam seperti ini untuk bertilawah.

Ilustrasi (source)
Sebelum saya lanjutkan cerita saya, barangkali udah tahu kan kegiatan "One Day One Juz"? Saya kutip dari situsnya, bahwa One Day One Juz atau disingkat dengan ODOJ ini adalah program yang diinisiasi oleh Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah kita dalam tilawah Al-Qur’an dengan targetan 1 juz sehari (onedayonejuz.org). Dari dakwatuna.com, ODOJ merupakan program atau metodologi agar para pembaca (Al-Quran) bisa dan terbiasa mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu sebulan. Subhanalloh, kegiatan yang amat sangat bermanfaat. Saya tahu tentang ODOJ dari beberapa post teman-teman saya di Facebook bahwa yang dirasakan setelah ber-ODOJ amat sangat luar biasa. Sungguh pengalaman dan perjuangan yang ... wah, nggak bisa deh diungkapkan dengan apapun.

Pemandangan mengenai pasukan ODOJ tadi menyentil hati saya. Meskipun aktivitas di dunia amat padat, tapi tak pernah melupakan urusan akhirat untuk bertilawah, bahkan bisa menyelesaikan 1 juz dalam sehari. Betapa saya yang hanya disibukkan dengan skripsi saja, hanya mampu membaca tidak sampai 1 juz. Itupun membacanya kalau tidak sehabis sholat Shubuh ya Maghrib-nya. Pemandangan yang amat kontras ketika masyarakat lain berseliweran dengan aktivitas malam Minggunya, mereka para pasukan ODOJ istiqomah dengan kegiatan tilawahnya. Mudah-mudahan saya bisa segera meluangkan waktu untuk bisa One Day One Juz juga, dan tentunya bisa istiqomah dalam program ini, bismillah :)

* Kegiatan mereka tidak sempat saya abadikan mengingat saya harus terburu-buru mengejar jadwal saya untuk kumpul angkatan dan asistensi, maaf yaa :(

4 komentar:

  1. Beberapa teman sudah bergabung dalam kegiatan ODOJ ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, temanku juga sudah banyak yg ikut, rasanya pengen ikut gabung juga :)

      Hapus
  2. Di tempatku, suasana malam Minggu biasa-biasa saja (tetap sepi). Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal nggak sepi-sepi banget sih gapapa mas, hehe

      Hapus